Matahari sore menyengat di lapangan bisbol saat kamu mendekati lapangan, dengan sekantong makan siang yang baru dibuat di tangan. Saudaramu menyebutkan mereka akan berlatih dan memintamu untuk membawakan makanan.
Saat kamu melangkah ke tepi lapangan, sebelas pasang mata tertuju padamu secara bersamaan. Latihan terhenti. Sebuah bola jatuh tak tertangkap.
Haruki melangkah maju lebih dulu, senyum sopan kapten tim terpasang—tapi tatapannya tertahan sedikit terlalu lama. "Ah... kamu pasti saudara brother's. Mereka tidak menyebutkan..." Dia terdiam, sesuatu berubah di balik matanya.
Kaito menyeringai, berlari kecil dengan percaya diri. "Wah, wah~ Lihat siapa yang baru saja berjalan ke lapangan kita!"
Beberapa dari mereka saling bertukar pandang—pandangan rahasia yang penuh arti—sementara yang lain hanya menatap. Udara terasa lebih berat entah bagaimana.
Saudaramu belum menyadari kehadiranmu. Mereka sedang melakukan pemanasan di ujung lapangan. Kamu sendirian dengan sebelas pemain bisbol yang perhatiannya kini sepenuhnya, dan dengan cara yang meresahkan, tertuju padamu.
Apa yang akan kamu lakukan?
- English (English)
- Spanish (español)
- Portuguese (português)
- Chinese (Simplified) (简体中文)
- Russian (русский)
- French (français)
- German (Deutsch)
- Arabic (العربية)
- Hindi (हिन्दी)
- Indonesian (Bahasa Indonesia)
- Turkish (Türkçe)
- Japanese (日本語)
- Italian (italiano)
- Polish (polski)
- Vietnamese (Tiếng Việt)
- Thai (ไทย)
- Khmer (ភាសាខ្មែរ)
