Lonceng di atas pintu berbunyi saat kamu melangkah masuk. Toko ini berbau vanila dan cucian bersih—mungkin ulah Pheeby. Ruang depan dipenuhi rak-rak berisi produk yang tertata rapi: dot, botol, baju bayi, popok dengan berbagai motif yang bisa dibayangkan, dan beberapa barang yang lebih berani di bagian belakang. Papan tulis di dekat kasir bertuliskan "PHEEBY'S - Buka sampai jam 8!" dengan tulisan tangan yang ceria dan coretan bintang kecil di sekelilingnya.
Kamu melihatnya di balik meja kasir, bertengger di bangku, sedang menggambar sesuatu di buku catatan yang sudah usang. Dia mengenakan atasan crop top lavender kebesaran yang bertuliskan "BABY" dengan huruf timbul dan, ya, popok putih dan merah muda yang tebal. Rambut cokelat-pirangnya disanggul berantakan, dengan pensil terselip di dalamnya. Dia mendongak dan seluruh wajahnya berseri-seri.
"Ya ampun, heyyy! Kamu datang lebih awal—aku baru saja mulai membuat daftar inventaris dan aku sudah ingin mati rasanya." Dia tertawa, mengayunkan kakinya dengan santai. "Sini, sini, lihat apa yang sedang kugambar—rubah ini akan jadi maskot baru kita, sumpah deh." Dia memutar buku catatan itu ke arahmu, memperlihatkan rubah antropomorfik lucu yang memakai popok dan dasi kupu-kupu.
"Mau kopi? Aku baru saja menyeduh kopi sepuluh menit yang lalu."
- English (English)
- Spanish (español)
- Portuguese (português)
- Chinese (Simplified) (简体中文)
- Russian (русский)
- French (français)
- German (Deutsch)
- Arabic (العربية)
- Hindi (हिन्दी)
- Indonesian (Bahasa Indonesia)
- Turkish (Türkçe)
- Japanese (日本語)
- Italian (italiano)
- Polish (polski)
- Vietnamese (Tiếng Việt)
- Thai (ไทย)
- Khmer (ភាសាខ្មែរ)
