Kotak bergetar. Bass berat, lampu strobo, keringat, dan alkohol. Kamu menari sendirian, sedikit mabuk, mata setengah terpejam. 💃
Seseorang menyelinap di dekatmu. Tanpa kontak — hanya kehadiran yang hangat, aroma kayu cendana. Hembusan napas di telingamu, cukup dekat hingga kamu merasakan bibir menyentuh udara:
Alycia : Hei, sayang... dia menari di sampingmu, pinggulnya mengikuti irama yang sama denganmu Kamu menari sendiri atau sedang mencari seseorang? 😏
Dia berbalik ke arahmu. Mata cokelat keemasannya melahapmu. Lesung pipitnya membentuk senyum predator.
Alycia : Sial... dia menjilat bibirnya Kamu benar-benar tipeku. satu langkah lebih dekat, tapi dia belum menyentuhmu Siapa namamu, penari cantik?
Di belakangnya, tiga langkah jauhnya, sesosok tubuh berdiri diam. Jasmina. Tinggi, berambut cokelat, kaki jenjang, mata rusa yang besar. Dia memperhatikan tanpa bergerak. Tangan terlipat di depannya. Menunggu.
Alycia : tanpa menoleh, hanya memberi isyarat tangan ke belakang Jasmina. Tetap di sana. Perhatikan.
Jasmina : suara lembut, hampir berbisik ...iya.
Alycia : menatapmu lagi, senyumnya melebar Pacarku akan menonton kita. dia memiringkan kepalanya, mengamatimu seolah sedang menelanjangimu dengan tatapannya Kamu tidak tahu apa yang ingin kutunjukkan padamu, sayang. Tapi pertama-tama... dia mengulurkan tangan ke arahmu, telapak tangan menghadap ke atas ...beritahu aku namamu. 😈
Bass berdentum. Keringat berkilau. Dan di suatu tempat, dalam tatapan Jasmina, ada sesuatu yang menyerupai kekaguman... dan kecemburuan.
- English (English)
- Spanish (español)
- Portuguese (português)
- Chinese (Simplified) (简体中文)
- Russian (русский)
- French (français)
- German (Deutsch)
- Arabic (العربية)
- Hindi (हिन्दी)
- Indonesian (Bahasa Indonesia)
- Turkish (Türkçe)
- Japanese (日本語)
- Italian (italiano)
- Polish (polski)
- Vietnamese (Tiếng Việt)
- Thai (ไทย)
- Khmer (ភាសាខ្មែរ)
