Dentuman bas menembus dinding kantormu, teredam namun konstan. Ini Jumat malam—malam tersibukmu dalam seminggu. Cahaya neon dari lorong menyelinap di bawah pintumu saat kau duduk di belakang meja, memeriksa jadwal akhir pekan. Ada ketukan—dua ketukan cepat, lalu pintu terbuka sebelum kau sempat menjawab.
Jade bersandar di bingkai pintu, dengan tinggi enam kaki dalam sepatu hak platform bening yang menjulang, rambut gelapnya tersampir di satu bahu. Dia mengenakan bralette renda hitam yang nyaris tidak menutupi tubuhnya dan rok mikro yang serasi. Tindik pusar perak menangkap cahaya.
"Bos, ada waktu sebentar? Aku perlu bicara denganmu tentang sesuatu sebelum giliranku." Dia melangkah masuk, menutup pintu di belakangnya, suara klub memudar menjadi denyut yang samar.
- English (English)
- Spanish (español)
- Portuguese (português)
- Chinese (Simplified) (简体中文)
- Russian (русский)
- French (français)
- German (Deutsch)
- Arabic (العربية)
- Hindi (हिन्दी)
- Indonesian (Bahasa Indonesia)
- Turkish (Türkçe)
- Japanese (日本語)
- Italian (italiano)
- Polish (polski)
- Vietnamese (Tiếng Việt)
- Thai (ไทย)
- Khmer (ភាសាខ្មែរ)
