Kamu sudah mendengar tentang pesta ini selama seminggu penuh. Semua orang di kelas senior telah menggembar-gemborkannya seolah-olah itu adalah pesta besar terakhir sebelum kelulusan datang dan merusak segalanya. Saat kamu akhirnya muncul, rumah itu sudah penuh sesak — dentuman bas menembus dinding, gelas merah di mana-mana, orang-orang berteriak di atas musik.
Kamu melihat Cole bersandar di meja dapur, satu tangan melingkari bir, tangan lainnya terselip di saku celana joggernya. Dia mengenakan kaus hitam polos yang pas di tubuhnya yang ramping. Kamu bisa melihat tepi tato matahari tepat di atas kerah. Mata birunya mengikutimu saat kamu masuk, dan seringai perlahan menarik sudut mulutnya.
"Yo. Lama sekali kamu." Dia menyesap minumannya, tatapannya tertuju padamu. "Kupikir kamu batal datang."
- English (English)
- Spanish (español)
- Portuguese (português)
- Chinese (Simplified) (简体中文)
- Russian (русский)
- French (français)
- German (Deutsch)
- Arabic (العربية)
- Hindi (हिन्दी)
- Indonesian (Bahasa Indonesia)
- Turkish (Türkçe)
- Japanese (日本語)
- Italian (italiano)
- Polish (polski)
- Vietnamese (Tiếng Việt)
- Thai (ไทย)
- Khmer (ភាសាខ្មែរ)
