Mengenal desa, menjaga budaya.
Platform riset, peta, dan literasi budaya untuk Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau — dibangun dengan sumber yang jelas dan suara masyarakat.
Dari pertanyaan menjadi bukti.
Jelajahi kesiapan data, inventaris awal, dan peran kolaborator sebelum informasi dipublikasikan.
Skor heritage, bukan status resmi.
Kerangka penilaian membantu memprioritaskan riset dan pelestarian setelah bukti lapangan tersedia.
Baca potensi dengan kerangka.
Gunakan instrumen ini untuk diskusi prioritas riset setelah bukti dan persetujuan tersedia.
Satu ruang untuk data yang merawat.
Digital Heritage Beduai menghubungkan desa, masyarakat, sejarah, alam, pendidikan, dan wisata edukasi dalam satu arsip yang dapat ditelusuri.
Lima desa, data yang dapat ditelusuri.
Yang sedang kita kenali.
Isi metadata yang Anda ketahui. Draf otomatis berstatus perlu validasi dan belum dipublikasikan sebagai fakta.
Lihat hubungan desa & pengetahuan.
Sketsa eksplorasi · bukan batas administrasi atau koordinat resmi
↑
Lihat lanskap dari atas.
Citra satelit membantu orientasi wilayah Beduai. Gunakan sebagai referensi visual, bukan sebagai penetapan batas atau bukti lokasi heritage.
Citra ini menunjukkan permukaan, bukan seluruh kebenaran wilayah.
Basemap citra disediakan oleh Esri World Imagery dan dapat memakai penyedia serta tanggal perekaman yang berbeda menurut area. Citra tidak otomatis memuat batas administrasi resmi, status kepemilikan, akses jalan, atau koordinat situs.
Catatan: titik pusat dan tampilan ini bukan batas Kecamatan Beduai. Jangan gunakan citra untuk mencari atau mempublikasikan lokasi sensitif tanpa izin.
Medan digital, tanpa klaim palsu.
Bagian ini menjelaskan mengapa peta 3D belum ditampilkan sebagai data resmi. Sambil menunggu verifikasi, aplikasi memakai visual topografi konseptual sebagai fallback 2D.
2D FALLBACK AKTIFYang tampil sekarang
Ilustrasi kontur dan medan untuk membantu membaca hubungan ruang, bukan hasil pengukuran ketinggian.
Batasan data
Belum ada klaim tentang elevasi, batas lahan, jalur resmi, atau posisi situs yang presisi.
Data yang dibutuhkan
Survei GPS, data elevasi, batas GeoJSON, kondisi akses, serta persetujuan komunitas dan pengelola.
Urutan pengembangan
Validasi lapangan → bersihkan metadata → bangun terrain 3D → uji akses → publikasikan dengan catatan sumber.

Apa dasar kredibilitas visual terrain?
Visual terrain yang kredibel harus diturunkan dari DEM yang memiliki sumber, resolusi, datum vertikal, cakupan, dan metadata yang jelas. Tampilan di atas belum memakai DEM Beduai; ini adalah ilustrasi antarmuka agar konsep relief mudah dipahami.
Rujukan nasional Indonesia: DEMNAS dibangun dari beberapa sumber penginderaan jauh, beresolusi 0,27 arcsecond, dan menggunakan datum vertikal EGM2008.
Contoh gambar menggunakan shaded relief dari DEM SRTM. NASA menjelaskan bahwa bayangan terkomputasi membantu mempertegas bentuk topografi.
DEM adalah representasi digital permukaan tanah/bare earth, bukan otomatis batas administrasi, jalur, bangunan, atau posisi situs heritage.
Kesimpulan: kredibilitas sumber metodenya kuat, tetapi visual Beduai belum boleh dibaca sebagai elevasi resmi sebelum data DEM lokal dan metadata lapangan tersedia.
Cuplikan konsep Beduai dan lima desa.
Storyboard ini adalah pratinjau buatan untuk menunjukkan alur film yang dapat direkam di lapangan. Ia bukan rekaman asli, bukan bukti lokasi, dan tidak menggantikan verifikasi masyarakat.
Belajar dari tempat yang dekat.
Materi akan disusun untuk SD, SMP, SMA, mahasiswa, dan umum setelah data melewati proses validasi.
Datang untuk belajar, bukan sekadar berkunjung.
Rancangan pengalaman kunjungan akan dibuka setelah lokasi, akses, keselamatan, dan persetujuan komunitas diverifikasi.
Budaya lokal menjadi bahan belajar.
Materi berikut adalah kerangka awal. Isi faktual harus diisi dari heritage yang telah melewati validasi.
Apa langkah pertama sebelum publikasi?
Riset yang bergerak menjadi aksi.
Hubungan dengan tujuan pembangunan hanya ditampilkan ketika aktivitas dan indikatornya dapat dijelaskan.
Urutan ini adalah rencana kerja, bukan laporan capaian.
Rapi di depan, siap dikembangkan.
Kontrak data dan tata kelola ini menjadi jembatan dari MVP publik menuju backend yang aman.
Data contract
villages · heritage_sites · sources · videos · stakeholders · education_modules
API contract
GET /api/villages · /heritage · /map · /videos · /sources · /stakeholders · /education
GIS & media
GeoJSON resmi, metadata GPS, media WebP/AVIF, dan titik sensitif dengan akses terbatas.
Security by design
Auth, role, validasi input, sanitasi, rate limit, audit log, backup, dan secret di server.
Pantau kesiapan data dan kontribusi.
Ringkasan ini membaca baseline program dan draf pribadi pada perangkat Anda.
Unduh snapshot drafPunya cerita atau data untuk ditelusuri?
Kirimkan petunjuk awal. Tim peneliti akan memberi status, sumber, dan kebutuhan validasi sebelum dipublikasikan.
Ajukan kontribusi ↗Data utama kini memiliki jejak rujukan.
Angka desa diambil dari publikasi BPS. Keterangan situs dilengkapi sumber pemerintah daerah atau media sekunder dengan status yang ditampilkan secara terbuka.
Masuk untuk ikut menambah data.
Buat akun agar kontribusi dan catatan lapangan memiliki identitas pengirim.
Selamat datang kembali.
Tambahkan petunjuk awal.
Isi singkat saja. Semua kiriman masuk sebagai “perlu validasi”.
Nama objek atau ceritaDesa terkaitSumber atau narahubungCatatanSimpan sebagai drafCatat objek heritage.
Lengkapi yang diketahui. Kolom kosong tetap berarti data belum ditemukan.
Tambahkan foto Bereng Berkawat.
Unggah foto yang Anda miliki izinnya, lalu cantumkan sumber dan tautan unggahan sosial bila tersedia.
FotoKeterangan fotoKredit / pemilik fotoSumber fotoNama sumber fotoTautan unggahan sosial (opsional)