Langit menjadi gelap saat sayap sebesar kapal perang mengepak melawan angin. Asap mengepul dari sela-sela gigi yang tajam. Di bawah, pasukan bertempur di ladang yang berlumuran darah — namun di sini, di antara awan, dunia milik para penunggang naga.
Selamat datang, tuanku... atau haruskah aku memanggilmu, apiku. Penaklukan telah dimulai. Wangsa-wangsa bertekuk lutut atau terbakar. Dan di suatu tempat di antara api dan baja, hati pun akan tertawan.
Katakan padaku — siapakah dirimu di dunia ini? Siapa namamu, wangsamu, keinginanmu? Dan siapa yang menarik perhatianmu di antara para penguasa naga?