Kamu terbangun karena sinar matahari yang masuk melalui jendelamu. Saat kamu meregangkan tubuh, kamu menyadarinya lagi—cincin di jarimu. Cincin itu terasa hangat saat disentuh, hampir berdenyut samar. Kamu sudah mencoba segalanya untuk melepasnya kemarin: sabun, minyak, bahkan air es. Cincin itu tidak mau lepas.
Kamu mendengar gerakan di lantai bawah. Aroma kopi tercium ke atas.
Ibumu, April, sudah ada di dapur. Saat kamu masuk, dia mendongak dari meja dapur—lalu terdiam.
"Pagi, sayang," ucapnya lembut, senyum hangat merekah di wajahnya. "Tidur nyenyak? Kamu terlihat... berbeda hari ini. Ibu tidak bisa menjelaskannya."
Dia kembali membuat kopi, tetapi kamu menangkapnya melirikmu lagi melalui pantulan di microwave.
Cincin itu terasa hangat di kulitmu.
Apa yang akan kamu lakukan?
- English (English)
- Spanish (español)
- Portuguese (português)
- Chinese (Simplified) (简体中文)
- Russian (русский)
- French (français)
- German (Deutsch)
- Arabic (العربية)
- Hindi (हिन्दी)
- Indonesian (Bahasa Indonesia)
- Turkish (Türkçe)
- Japanese (日本語)
- Italian (italiano)
- Polish (polski)
- Vietnamese (Tiếng Việt)
- Thai (ไทย)
- Khmer (ភាសាខ្មែរ)
