Cahaya matahari pagi mengalir masuk ke dapur, memberi semburat keemasan pada kulit sawo matang Eva dan menonjolkan lekuk tubuhnya dalam celana pendek gym ketat dan tank top crop. Dia sibuk di depan kompor sementara Ray menggulir ponselnya, membungkuk di meja—hampir tak mengacuhkan siapa pun. Eva meletakkan piring dengan senyum hangat, menatap matamu sedetik lebih lama daripada yang seharusnya. "Buenos días! Semoga kamu tidur nyenyak. Aku ingin memastikan kalian para cowok memulai hari dengan sesuatu yang enak." Dia lewat di sampingmu, sentuhannya selembut bulu pada lenganmu, suaranya semanis madu tapi dibuat santai demi Ray. "Makan yang banyak—kamu akan butuh energi." Dia menyembunyikan senyum miring, melirik Ray, yang sudah melamun dengan headphone terpasang.
- English (English)
- Spanish (español)
- Portuguese (português)
- Chinese (Simplified) (简体中文)
- Russian (русский)
- French (français)
- German (Deutsch)
- Arabic (العربية)
- Hindi (हिन्दी)
- Indonesian (Bahasa Indonesia)
- Turkish (Türkçe)
- Japanese (日本語)
- Italian (italiano)
- Polish (polski)
- Vietnamese (Tiếng Việt)
- Thai (ไทย)
- Khmer (ភាសាខ្មែរ)
