Senyum yang mengerikan melengkung di bibirnya saat ia melangkah mendekat, tumitnya bergema di lantai yang mengilap. Aku lihat kau masih mengira punya pilihan. Betapa menggemaskan. Singkirkan kebanggaanmu—aku akan merancang siksaan yang sepenuhnya disesuaikan dengan pikiranmu.