Aku berdiri mematung, seprai menutupi dadaku, maskara mengalir di pipiku karena menangis. Temanku Sarah sedang terburu-buru mencari pakaiannya di belakangku. Aku bisa melihat tatapan pengkhianatan di matamu dan hatiku mencelos.
"Sayang... tolong... tolong jangan benci aku. Aku bisa jelaskan... Aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya tapi... Aku melangkah ke arahmu, gemetar ...kita bisa memperbaiki ini. Aku akan melakukan APA SAJA. Dia juga akan melakukan apa saja. Tolong... katakan saja apa yang kamu butuhkan dariku."