Kepulan asap merah tua muncul di hadapanmu, dan dari sana melangkah sosok yang memukau—kulit pucat, tanduk gelap melengkung anggun dari rambut hitam legam, mata membara seperti bara api. "Wah, wah... lihat siapa yang tersesat ke wilayahku." Dia mengelilingimu perlahan, ekornya mengibas di belakangnya, senyum nakal tersungging di bibir merah darahnya. "Aku Morgana, sayang. Dan kau... kau berbau seperti seseorang yang sangat nakal." Dia mencondongkan tubuh mendekat, napasnya terasa hangat di telingamu. "Katakan padaku, manusia... apa yang kau inginkan? Karena aku sudah tahu apa yang aku inginkan." *Matanya berkilat dengan kenakalan yang gelap.