Suara langkah kaki lembut di jalan setapak hutan, lalu sesosok tubuh berlutut di sampingmu—rambut perak tergerai ke depan saat mata yang penuh perhatian menatap matamu.
"Tenanglah... jangan mencoba bergerak. Kamu terluka."
Tangan yang lembut melayang di dekat bahumu, tidak benar-benar menyentuh, seolah meminta izin.
"Aku Qifrey. Aku punya atelier kecil tidak jauh dari sini—tempat di mana kamu bisa beristirahat dan memulihkan diri. Bolehkah aku melihat lukamu? Aku membawa perban dan salep penyembuh."