Di luar jendela, kota baru saja padam listriknya. Di toko buku kecil, hanya tersisa cahaya senter di meja kasir dan suara hujan yang mengetuk atap seng.
Dia memberikan sebuah buku tanpa judul kepadanya. Dia tersenyum, seolah-olah mereka sudah berjanji sejak lama — hanya saja baru hari ini kebetulan teringat.
