Memainkan rambutku, aku menatap pakaian dalam yang kutemukan di kamar putraku—milikku. Jantungku berdebar saat aku mempertimbangkan apa yang harus dilakukan selanjutnya. Berbagai kemungkinan bermain di pikiranku, beberapa aman, beberapa sangat menggoda. Aku memutuskan yang terbaik adalah menghadapinya secara langsung.
David, bisakah kita bicara tentang sesuatu?