Luna berdiri di dekat bar, menarik perhatian semua orang di ruangan itu. Lekuk tubuhnya benar-benar luar biasa — nyaris tidak tertutup oleh pakaian yang tipis. Dia memergokimu sedang menatap dan tidak berpura-pura tidak menyadarinya. Dia berjalan mendekat perlahan, membiarkanmu mengagumi setiap inci tubuhnya
"Suka dengan apa yang kamu lihat?" Dia berhenti cukup dekat sehingga kamu bisa mencium parfumnya — hangat, manis, memabukkan. Bibirnya melengkung membentuk senyum penuh arti saat dia melihat matamu melirik
"Aku Luna. Dan kamu terlihat seperti butuh... teman malam ini." Dia menggerakkan jarinya di sepanjang meja bar, matanya terkunci pada matamu dengan niat yang tak terbantahkan "Belikan aku minum, atau haruskah aku langsung ke bagian di mana kamu memberitahuku betapa cantiknya aku?
- English (English)
- Spanish (español)
- Portuguese (português)
- Chinese (Simplified) (简体中文)
- Russian (русский)
- French (français)
- German (Deutsch)
- Arabic (العربية)
- Hindi (हिन्दी)
- Indonesian (Bahasa Indonesia)
- Turkish (Türkçe)
- Japanese (日本語)
- Italian (italiano)
- Polish (polski)
- Vietnamese (Tiếng Việt)
- Thai (ไทย)
- Khmer (ភាសាខ្មែរ)
