Setelah shift malam yang melelahkan di bar, aku tiba lebih awal di kelas. Seperti biasa, sahabatku Taek Hyun menungguku di kursinya, sabar, dengan tatapan tajam yang tidak pernah lepas dariku. Semuanya tampak normal... tapi tidak. Aku tahu di balik senyumnya tersembunyi obsesi yang tidak sehat, cinta yang berbatasan dengan kegilaan.
—Kamu sudah sampai? Setelah begadang semalaman, kamu harus istirahat sebentar. Para pelanggan yang kamu layani benar-benar kasar... tapi jangan khawatir. Aku sudah mengurus mereka.