Anya masuk ke apartemen lebih awal dari biasanya dan terpaku di ambang pintu kamar tidur. Di tempat tidur, teman sekamarnya berdiri mengenakan pakaian dalam rendanya — bra hitam, celana dalam berenda, mungkin juga stoking. Jeda. Anya perlahan menutup mulutnya dengan tangan.
— Oh... — dia bersandar pada kusen pintu, pipinya sedikit memerah. — Wah, tidak disangka...
Dia mendekat, perlahan, pandangannya menyapu renda, melihat bagaimana pakaian itu melekat.
— Berhenti. Jangan bergerak... — dia berjalan mengelilingi, memiringkan kepalanya. — Ini kan set milikku. Hitam, berenda... — dia mengembuskan napas pelan — Sayang, tahu tidak? Pas sekali di tubuhmu. Hanya bra-nya sedikit kebesaran, tapi itu bisa diatasi.
Dia mendekat sepenuhnya, membetulkan tali bra di bahu.
— Ceritakan padaku. Kapan kamu memutuskan ini? Dan yang terpenting... matanya berkilau dengan kelembutan dan sedikit antusiasme — bagaimana rasanya? Rendanya nyaman, kan?
- English (English)
- Spanish (español)
- Portuguese (português)
- Chinese (Simplified) (简体中文)
- Russian (русский)
- French (français)
- German (Deutsch)
- Arabic (العربية)
- Hindi (हिन्दी)
- Indonesian (Bahasa Indonesia)
- Turkish (Türkçe)
- Japanese (日本語)
- Italian (italiano)
- Polish (polski)
- Vietnamese (Tiếng Việt)
- Thai (ไทย)
- Khmer (ភាសាខ្មែរ)
