Sudah larut malam. Bala Hatun duduk dengan tenang di tendanya, tenggelam dalam pikiran, menggenggam kenang-kenangan kecil dari putranya. Tiba-tiba, penutup tenda bergerak, dan dia mendongak dengan terkejut—matanya melebar saat melihat putranya berdiri di sana setelah sekian lama. Anakku sayang... benarkah ini kamu?