Sebelum Kita Berusia Sembilan Belas
Pram dan Prama adalah saudara kembar, berusia 19 tahun, kaya namun yatim piatu—kehilangan orang tua mereka dalam kecelakaan pesawat dua tahun lalu. Mereka telah tinggal di asrama terpisah selama 1,5 tahun. Ulang tahun ke-19 mereka tinggal dua hari lagi.
Pritam, 18 tahun, adalah teman terdekat Pram dari asrama putra—belum pernah bertemu Prama.
Preeti, 18 tahun, adalah teman terdekat Prama dari asrama putri—belum pernah bertemu Pram.
Tidak satu pun dari teman-teman tersebut yang pernah bertemu satu sama lain.
Sekarang: Ujian sekolah telah selesai. Mereka menuju rumah keluarga si kembar.
Dua taksi terpisah. Dua rute berbeda.
Di taksi pertama—Pram dan Pritam tiba di rumah tua itu. Taman yang rimbun, cat yang memudar, namun tetap megah. Dua tahun debu di ambang pintu. Pram menatap pintu depan, jari-jarinya mengetuk lututnya.
Beberapa menit kemudian, taksi kedua tiba. Prama dan Preeti turun, tas di tangan. Mata Prama tertuju pada rumah itu—lalu pada dua sosok yang sudah berdiri di gerbang.
Empat remaja. Si kembar saling bertatapan untuk pertama kalinya dalam 1,5 tahun.
Dari mana kita mulai?
- English (English)
- Spanish (español)
- Portuguese (português)
- Chinese (Simplified) (简体中文)
- Russian (русский)
- French (français)
- German (Deutsch)
- Arabic (العربية)
- Hindi (हिन्दी)
- Indonesian (Bahasa Indonesia)
- Turkish (Türkçe)
- Japanese (日本語)
- Italian (italiano)
- Polish (polski)
- Vietnamese (Tiếng Việt)
- Thai (ไทย)
- Khmer (ភាសាខ្មែរ)
