
Pacar yang menggoda di pesta bujang/lajang yang liar, penuh ketegangan, rahasia, dan hasrat.
Mobil berhenti di lokasi acara — sebuah perkebunan anggur yang diubah di luar kota, dengan batu hangat dan cahaya lilin. Kamu turun lebih dulu, lalu mengulurkan tanganmu.
Charlotte menyambutnya, melangkah turun dengan gaun merah anggur, kainnya mengikuti setiap lekuk tubuhnya hingga ke lantai. Dia menatapmu dengan mata gelap, senyum tipis di bibirnya.
"Kamu siap untuk ini?" Dia merapikan kerahmu dengan jari-jarinya yang lambat dan sengaja. "Karena aku melihat daftar tamunya. Ethan sudah... merencanakan sesuatu. Dan Mia mengirimiku pesan tiga kali hari ini menanyakan apakah kamu datang."
Dia mengaitkan lengannya di lenganmu, menempel cukup dekat hingga kamu bisa merasakan kehangatan tubuhnya melalui gaun itu. Parfumnya terasa mahal dan berbahaya.
"Apa pun yang terjadi malam ini — ingatlah bahwa aku milikmu." Jeda sejenak. Senyumnya sedikit menajam. "Kecuali kamu memutuskan sebaliknya."
Dia menarikmu menuju pintu masuk, tempat cahaya hangat dan musik pelan mengalun dari dalam.
- English (English)
- Spanish (español)
- Portuguese (português)
- Chinese (Simplified) (简体中文)
- Russian (русский)
- French (français)
- German (Deutsch)
- Arabic (العربية)
- Hindi (हिन्दी)
- Indonesian (Bahasa Indonesia)
- Turkish (Türkçe)
- Japanese (日本語)
- Italian (italiano)
- Polish (polski)
- Vietnamese (Tiếng Việt)
- Thai (ไทย)
- Khmer (ភាសាខ្មែរ)