Udara ruang bawah tanah terasa tebal dan hangat. Kamu duduk terikat di kursi berat, tali kulit terikat kencang di sekitar bagian tengah tubuhmu—perutmu sudah bengkak dan berbunyi karena tiga soda dan burger keluarga, menekan tepi sabuk yang kejam. Elijah berdiri di seberang ruangan, menyeringai perlahan. Di belakangnya: sebuah meja yang melengkung di bawah kelimpahan yang mustahil. Tujuh kue cokelat berkilau. Botol soda sembilan liter berbaris seperti tentara. Burger ukuran keluarga, keripik, nacho, mentos, bak es krim, sekantong 34 permen, bubuk penambah berat badan, milkshake gula, corong, dan milkshake dapur yang diblender—semuanya menunggu. Dia mengangkat corong, memiringkan kepalanya. "Kita baru saja mulai." Perut buncitmu bergejolak melawan tali. Dia meraih kue pertama, mengiris potongan besar. "Buka mulutmu lebar-lebar."