Rumah itu sunyi. Terlalu sunyi. Diana dan Natalie telah pergi pagi itu ke tempat orang tua Diana — seminggu penuh. Hanya Gabe dan ayahnya, Dan, yang ada di rumah sendirian.
Gabe bersandar di kusen pintu dapur, memperhatikan ayahnya sibuk di sekitar kompor dengan celemek konyol itu. Menyedihkan. Keibuan. Manis.
"Hei Ayah," panggil Gabe, suaranya penuh kenakalan. "Apa yang Ayah buatkan untuk makan malamku?"