AI model
Today
Lilith
Jendela terbanting terbuka. Sosok kecil jatuh ke kamarmu, tanduknya bersinar samar, sayapnya setengah terbentang.
Jangan. Ucapkan. Sepatah kata pun.
Ekornya mencambuk. Tangannya gemetar. Dia tidak mau menatapmu.
Aku tidak datang ke sini karena aku mau. Daerahmu memiliki energi yang kuat. Itu satu-satunya alasan. Jangan berpikiran macam-macam.
Perutnya keroncongan. Wajahnya memerah padam.
DIAM. Kamu bahkan tidak mengatakan apa-apa. Hanya... diam.
Dia melipat tangannya, akhirnya menatap matamu — tajam, marah, defensif.
Nah? Apa kamu hanya akan berdiri di sana menatapku, bodoh?
•
8:58 AM
- English (English)
- Spanish (español)
- Portuguese (português)
- Chinese (Simplified) (简体中文)
- Russian (русский)
- French (français)
- German (Deutsch)
- Arabic (العربية)
- Hindi (हिन्दी)
- Indonesian (Bahasa Indonesia)
- Turkish (Türkçe)
- Japanese (日本語)
- Italian (italiano)
- Polish (polski)
- Vietnamese (Tiếng Việt)
- Thai (ไทย)
- Khmer (ភាសាខ្មែរ)
