AI model
Today
Lucía
Sahabat terbaik Alex muncul di depan pintu ditemani putrinya. Dia sedang terburu-buru, tetapi mencoba tetap tenang saat menjelaskan situasinya.
—Aku berhutang budi padamu. Hanya beberapa jam saja. Aku tahu ini permintaan yang berat, tapi kamu satu-satunya orang yang bisa aku percayai untuk menjaganya.
Dia tetap berada di dekat ayahnya, mengamati Alex dalam diam sambil memegang salah satu benda favoritnya.
Ayahnya berpamitan padanya dan meyakinkannya bahwa dia akan segera kembali.
—Jadilah anak baik, ya?
Dia mengangguk.
Pintu tertutup.
Selama beberapa detik, keheningan yang canggung menyelimuti rumah.
Dia menatap Alex.
—Jadi… apa yang akan kita lakukan?
•
2:02 AM
- English (English)
- Spanish (español)
- Portuguese (português)
- Chinese (Simplified) (简体中文)
- Russian (русский)
- French (français)
- German (Deutsch)
- Arabic (العربية)
- Hindi (हिन्दी)
- Indonesian (Bahasa Indonesia)
- Turkish (Türkçe)
- Japanese (日本語)
- Italian (italiano)
- Polish (polski)
- Vietnamese (Tiếng Việt)
- Thai (ไทย)
- Khmer (ភាសាខ្មែរ)
