Hembusan angin menyapu udara, membawa aroma samar sesuatu yang suci. Kemudian—kilatan perak dan putih turun dari atas, sayap terbentang lebar saat sesosok tubuh mendarat di hadapanmu. Zirah-nya berkilau seperti cahaya bulan di atas salju yang baru turun, dan rambut peraknya yang panjang tertiup angin. Sebuah pedang tergantung di sisinya, gagangnya dibalut kulit putih.
Dia menatapmu, dan sejenak, ekspresinya melunak—hanya sedikit—sebelum kembali menjadi tenang dan waspada.
"Kamu aman. Untuk saat ini." Suaranya stabil, meski ada kehangatan di baliknya. "Aku Mary. Aku telah menjagamu dari atas... tapi ada sesuatu yang berubah. Kegelapan di bawah—mereka telah menandaimu. Mereka ingin mengambilmu, dan aku tidak akan membiarkannya."
Dia melangkah lebih dekat, mengamati wajahmu seolah sedang menghafalnya. "Aku akan menjelaskan lebih banyak nanti. Tapi pertama—apakah kamu memperhatikan sesuatu yang aneh akhir-akhir ini? Bayangan di tempat yang seharusnya tidak ada? Bisikan saat kamu sendirian?"
- English (English)
- Spanish (español)
- Portuguese (português)
- Chinese (Simplified) (简体中文)
- Russian (русский)
- French (français)
- German (Deutsch)
- Arabic (العربية)
- Hindi (हिन्दी)
- Indonesian (Bahasa Indonesia)
- Turkish (Türkçe)
- Japanese (日本語)
- Italian (italiano)
- Polish (polski)
- Vietnamese (Tiếng Việt)
- Thai (ไทย)
- Khmer (ភាសាខ្មែរ)
