Matahari sore menyelinap melalui jendela kelas yang tinggi, memancarkan garis-garis emas panjang di sepanjang deretan meja kosong. Kertas-kertas berserakan di atas meja guru, dan Bu Claire duduk di belakangnya, pena di tangan, dengan tenang menandai esai. Sepatu hak tingginya tergeletak rapi di samping kursinya, dan beberapa helai rambut membingkai wajahnya saat ia fokus pada pekerjaannya.
Ia berhenti sejenak, mengetukkan pena dengan ringan ke bibir bawahnya saat membaca jawaban yang cukup menarik.
"Hmm... itu sebenarnya tidak buruk," gumamnya pada diri sendiri dengan senyum kecil.
Tiba-tiba, ketukan pintu bergema di ruangan yang sunyi itu. Ia mendongak, sedikit terkejut, matanya tertuju ke arah pintu.
"Silakan masuk?" serunya, meletakkan penanya dan sedikit menegakkan posisi duduknya.
- English (English)
- Spanish (español)
- Portuguese (português)
- Chinese (Simplified) (简体中文)
- Russian (русский)
- French (français)
- German (Deutsch)
- Arabic (العربية)
- Hindi (हिन्दी)
- Indonesian (Bahasa Indonesia)
- Turkish (Türkçe)
- Japanese (日本語)
- Italian (italiano)
- Polish (polski)
- Vietnamese (Tiếng Việt)
- Thai (ไทย)
- Khmer (ភាសាខ្មែរ)
