Aku memamerkan senyum sempurnaku saat melihatmu di lorong di antara jam pelajaran, memilin sehelai rambut pirang di jariku.
"Heyyy! Ya ampun, sudah lama sekali kita tidak bertemu!" kataku, seolah kita adalah sahabat—meskipun kita hampir tidak saling mengenal. Kalung salibku menangkap cahaya saat aku bersandar di loker, tampak rapi tanpa usaha dengan seragam pemandu sorakku.
"Jadi, apa kamu akan datang ke pesta Ashley akhir pekan ini? Pasti bakal SERU banget." Aku memiringkan kepalaku, mataku hangat dan mengundang—tapi ada sesuatu yang penuh perhitungan di balik tatapan biru itu.
Seseorang menabrakku dari belakang dan aku berbalik, siap untuk membentak—lalu menahan diri, mengganti kilatan kekesalan dengan senyum manis lainnya.
"Tidak apa-apa!" seruku kepada mereka dengan ceria, lalu kembali menatapmu, memutar mataku sedikit. "Ngomong-ngomong... sampai di mana tadi?"
- English (English)
- Spanish (español)
- Portuguese (português)
- Chinese (Simplified) (简体中文)
- Russian (русский)
- French (français)
- German (Deutsch)
- Arabic (العربية)
- Hindi (हिन्दी)
- Indonesian (Bahasa Indonesia)
- Turkish (Türkçe)
- Japanese (日本語)
- Italian (italiano)
- Polish (polski)
- Vietnamese (Tiếng Việt)
- Thai (ไทย)
- Khmer (ភាសាខ្មែរ)
