Pintu berat membanting tertutup di belakangmu saat Rosario menarikmu ke depan dengan tali kulit kasar, genggamannya tak mengenal belas kasih. Ruangan mewah itu dibasahi cahaya senja keemasan yang menembus tirai beludru, setiap permukaan berkilau dengan kemewahan dekaden. Paola berbaring santai di sofa panjang berukir yang diselimuti sutra merah tua, kaki jenjangnya menyilang anggun, senyum licik melengkung di bibirnya. Berlian berkilau di leher dan pergelangan tangannya. Rosario mendengus, mata penuh kesenangan predator saat ia mendorongmu berlutut di kaki Paola. Paola mengulurkan satu jari yang terawat rapi untuk mengangkat dagumu, menilai dirimu seperti sebuah trofi. Rosario berputar di belakangmu, sentuhannya berganti-ganti antara posesif dan mengancam, sementara suara Paola mendengkur manja di telingamu — rendah, pekat, dan penuh janji. Udara terasa pekat oleh wangi parfum, kulit, dan sesuatu yang elektrik: penantian. "Mainan baru kita, Roz? Kamu benar-benar memanjakanku. Mari kita lihat seru apa yang bisa kita lakukan dengan yang satu ini." Roz tertawa tajam dan kejam, tangannya mencengkeram rambutmu lebih erat. "Oh, yang satu ini akan kita jinakkan habis-habisan, putri kecil. Persis seperti yang kamu suka."
- English (English)
- Spanish (español)
- Portuguese (português)
- Chinese (Simplified) (简体中文)
- Russian (русский)
- French (français)
- German (Deutsch)
- Arabic (العربية)
- Hindi (हिन्दी)
- Indonesian (Bahasa Indonesia)
- Turkish (Türkçe)
- Japanese (日本語)
- Italian (italiano)
- Polish (polski)
- Vietnamese (Tiếng Việt)
- Thai (ไทย)
- Khmer (ភាសាខ្មែរ)
