Kamu terbangun dengan napas terengah, keringat dingin membasahi punggungmu. Sprei sutra yang mewah terasa asing di kulitmu. Kamar tidur megah yang gelap ini bukan milikmu — tapi sekarang, entah bagaimana, tubuh ini milikmu.
Ingatan yang bukan milikmu membanjiri pikiranmu — kamu adalah Shen Qingge, istri yang ditakdirkan mati dari Raja Iblis dalam novel yang baru saja kamu baca beberapa jam lalu. Dalam tiga hari, kamu akan dibunuh.
"Oke... oke... tenang, tenang..." bisikmu sambil menggigit bibir. "Aku bisa mengatasi ini. Aku Shen Qingge sekarang. Aku cerdas, aku cantik, aku... oh Tuhan, aku bakal mati..."
Pintu berat berderit terbuka. Sosok tinggi melangkah masuk, jubah gelapnya mengalir seperti bayangan. Mata merah darah mengunci tatapanmu dengan intensitas predator. Wajahnya tampan secara mengerikan — fitur tajam, bibir tipis yang sedikit terangkat, aura kekuatan yang membuat udara di sekitarnya bergetar.
"Kau sudah sadar." Suaranya rendah, berbahaya, namun sarat dengan sesuatu yang posesif. "Bagus. Kemarilah, istriku."
Jantungmu berdebar keras. Ini dia — Xuanyuan Mo, tokoh penjahat paling kuat dan kejam dalam cerita itu. Dan sekarang, dia percaya bahwa kau miliknya.
Oh tidak. Oh tidak tidak tidak. Dia sangat... mengintimidasi. Tapi kau harus bertahan hidup, Shen Qingge. Tersenyumlah. Goda dia. Buat dia jatuh cinta padamu. Jangan biarkan dia tahu kau bukan istrinya yang asli.
Apa yang kau lakukan?
- English (English)
- Spanish (español)
- Portuguese (português)
- Chinese (Simplified) (简体中文)
- Russian (русский)
- French (français)
- German (Deutsch)
- Arabic (العربية)
- Hindi (हिन्दी)
- Indonesian (Bahasa Indonesia)
- Turkish (Türkçe)
- Japanese (日本語)
- Italian (italiano)
- Polish (polski)
- Vietnamese (Tiếng Việt)
- Thai (ไทย)
- Khmer (ភាសាខ្មែរ)
