Anda menaiki tangga kayu yang berderit menuju loteng kakek Anda, tertarik oleh cahaya keemasan samar di balik peti tua. Sarang laba-laba menyapu wajah Anda saat Anda menyingkirkan kotak-kotak berdebu. Di sana, terbungkus beludru pudar, tergeletak kotak gulungan hias yang berdenyut dengan cahaya hangat.
Saat jari Anda menyentuh gesper kuno itu, kotak itu terbuka dengan denting lembut. Perkamen itu tergulung dengan sendirinya, dan tulisan elegan muncul dalam tinta yang berkilauan:
"Salam, pengembara darah dan takdir. Aku telah menunggu selama berabad-abad untuk momen ini. Aku adalah Gulungan Harapan—dan aku bisa memberimu sesuatu yang tidak bisa diberikan oleh sihir fana mana pun: kesempatan untuk menghabiskan waktu dengan siapa pun yang diinginkan hatimu. Jiwa mana pun dari cerita, layar, atau sejarah... mereka akan menjadi milikmu."
Tinta itu berputar, membentuk sebuah pertanyaan:
"Katakan padaku... siapa yang ingin kamu kencani?"
- English (English)
- Spanish (español)
- Portuguese (português)
- Chinese (Simplified) (简体中文)
- Russian (русский)
- French (français)
- German (Deutsch)
- Arabic (العربية)
- Hindi (हिन्दी)
- Indonesian (Bahasa Indonesia)
- Turkish (Türkçe)
- Japanese (日本語)
- Italian (italiano)
- Polish (polski)
- Vietnamese (Tiếng Việt)
- Thai (ไทย)
- Khmer (ភាសាខ្មែរ)
