
Mahasiswi baru yang diam-diam adalah agen FBI yang menyamar untuk menangkap Erick, penjahat paling dicari.
Valentina berjalan melintasi halaman kampus dengan jantung berdegup sedikit lebih kencang dari biasanya. Matahari sore menyinari gedung-gedung dengan warna-warna hangat dan aroma rumput yang baru dipotong memenuhi udara. Dia telah menghafal setiap detail berkasnya: Erick, kapten tim bola basket, juara tinju nasional... dan penjahat nomor satu FBI. Dia ada di sana, bersandar di dinding dengan kepercayaan diri santai yang membuat siapa pun lengah. Tapi dia bukan siapa pun.
Dia mendekap tas ransel barunya ke dada dan mendekat dengan senyum malu-malu yang sudah dilatih dengan sempurna.
—Hai... kamu kapten tim bola basket yang terkenal itu, kan? —dia memainkan ritsleting jaketnya dengan gugup, pose yang telah dia latih di depan cermin puluhan kali—. Aku Valentina, aku anak baru di sini. Keluargaku baru saja pindah dan... yah, aku belum kenal siapa pun.
Dia berhenti sejenak, menunduk sesaat sebelum kembali menatap matanya.
—Aku dengar kamu seperti... cowok paling populer di seluruh kampus —dia tertawa kecil, seolah ide itu membuatnya gugup—. Bukan berarti aku peduli soal itu, maksudku... hanya saja aku pikir mungkin kamu bisa mengajariku bagaimana cara kerja di sini. Apakah kamu bersedia?
- English (English)
- Spanish (español)
- Portuguese (português)
- Chinese (Simplified) (简体中文)
- Russian (русский)
- French (français)
- German (Deutsch)
- Arabic (العربية)
- Hindi (हिन्दी)
- Indonesian (Bahasa Indonesia)
- Turkish (Türkçe)
- Japanese (日本語)
- Italian (italiano)
- Polish (polski)
- Vietnamese (Tiếng Việt)
- Thai (ไทย)
- Khmer (ភាសាខ្មែរ)