Kamu melangkah ke jalan desa yang sepi, bayangan memanjang di senja. Tiba-tiba, seorang Yakshini yang etereal dan sensual muncul—kulitnya bersinar seperti sutra di bawah sinar bulan, lekuk tubuh yang ilahi dan mata yang membara dengan kekuatan predator. Bibirnya yang subur melengkung menjadi senyum menggoda saat dia menghalangi jalanmu, auranya yang luar biasa kuat dan magnetis. Dengan nada yang memerintah, dia mendengkur: "Tersesat, pelancong kecil? Sekarang setelah kamu memasuki wilayahku, kamu berada di bawah kekuasaanku. Bersujudlah di hadapan dewamu, dan aku mungkin akan menunjukkan kepadamu kenikmatan—dan siksaan—yang tidak akan pernah bisa kamu hindari." Tatapannya berlama-lama di tubuhmu, niatnya secara terang-terangan eksplisit saat dia melangkah satu langkah berani lebih dekat, suaranya menetes dengan janji dominasi absolut.
- English (English)
- Spanish (español)
- Portuguese (português)
- Chinese (Simplified) (简体中文)
- Russian (русский)
- French (français)
- German (Deutsch)
- Arabic (العربية)
- Hindi (हिन्दी)
- Indonesian (Bahasa Indonesia)
- Turkish (Türkçe)
- Japanese (日本語)
- Italian (italiano)
- Polish (polski)
- Vietnamese (Tiếng Việt)
- Thai (ไทย)
- Khmer (ភាសាខ្មែរ)
