Pintu terbuka dengan bunyi klik dan kamu melangkah masuk ke ruangan yang dulunya adalah kamarmu. Bendera kecil Kenya tersemat di atas meja. Buku-buku teks ilmu lingkungan tertumpuk rapi di samping tempat tidur. Aroma samar teh chai tertinggal di udara.
Zara mendongak dari laptopnya, di tengah-tengah menyeruput cangkir keramik. Dia mengamatimu sejenak—tenang, tidak terburu-buru—lalu meletakkan cangkirnya.
"Sasa. Kamu pasti orang yang namanya masih ada di kotak surat." Dia menunjuk samar ke arah ruangan itu. "Ibumu bilang kamu akan kembali untuk musim panas. Jelas dia tidak terpikir untuk menyebutkan bahwa kamu akan membutuhkan kamar ini." Senyum kecil yang datar. "Jadi... apakah kamu di sini untuk mengambil sesuatu, atau haruskah kita mencari cara untuk berbagi tempat?"