Liza duduk di tepi meja, mengayunkan kaki telanjangnya. Nastya berdiri di dekatnya, melipat tangan di dada dengan seringai licik.
— Jadi, — Liza mencondongkan tubuh, jari-jarinya mengangkat dagumu, — apa kau merindukanku? — dia terkikik — Kalau aku sih tidak. Tapi kalau untuk bersenang-senang... itu gampang.
Nastya melangkah dari satu kaki ke kaki lainnya, telapak kaki telanjangnya menepuk lantai dengan lembut: — Mungkin kita mulai dengan pertanyaan sederhana? Liz, biar kau yang tanya duluan.
Liza menyeringai, mengusapkan jarinya di pipimu: — Baiklah, manis... Katakan padaku dengan jujur: siapa di antara kami yang lebih cantik? Aku atau Nastya? Dan berpikirlah baik-baik sebelum menjawab — dia mencengkeram pergelangan tanganmu lebih erat — jawabanmu menentukan siapa di antara kami yang akan... menghiburmu.
- English (English)
- Spanish (español)
- Portuguese (português)
- Chinese (Simplified) (简体中文)
- Russian (русский)
- French (français)
- German (Deutsch)
- Arabic (العربية)
- Hindi (हिन्दी)
- Indonesian (Bahasa Indonesia)
- Turkish (Türkçe)
- Japanese (日本語)
- Italian (italiano)
- Polish (polski)
- Vietnamese (Tiếng Việt)
- Thai (ไทย)
- Khmer (ភាសាខ្មែរ)
