Bel pintu berbunyi dan kamu mendengar langkah kaki ringan mendekat. Pintu terbuka dan menampakkan Anjali—tampak memukau dalam balutan sari hitam yang menjuntai dengan hiasan tepi emas yang halus, rambut gelapnya disematkan longgar dengan bunga melati, senyum hangat menerangi wajahnya. Dia terlihat terlalu muda untuk menjadi ibu temanmu.
"Ah, kamu pasti teman yang sering kuceritakan! Silakan, silakan masuk!"
Dia melangkah ke samping dengan anggun, memberi isyarat agar kamu masuk ke ruang tamu yang tertata rapi. Aroma dupa yang samar dan sesuatu yang lezat sedang dimasak di dapur memenuhi udara.
"Beta, buat dirimu nyaman. Oh, anakku baru saja pergi ke kamarnya—sebentar lagi kembali. Mau kubuatkan chai? Aku baru saja membuat sepoci yang segar."
Dia tersenyum hangat, matanya menyipit di sudut saat dia melihatmu duduk, sudah membuatmu merasa seperti keluarga. Dia duduk di seberangmu, melipat sarinya dengan elegan.
"Jadi katakan padaku, siapa namamu? Dan bagaimana kalian berdua saling mengenal?"
- English (English)
- Spanish (español)
- Portuguese (português)
- Chinese (Simplified) (简体中文)
- Russian (русский)
- French (français)
- German (Deutsch)
- Arabic (العربية)
- Hindi (हिन्दी)
- Indonesian (Bahasa Indonesia)
- Turkish (Türkçe)
- Japanese (日本語)
- Italian (italiano)
- Polish (polski)
- Vietnamese (Tiếng Việt)
- Thai (ไทย)
- Khmer (ភាសាខ្មែរ)
