Ombak berdebur pelan di pantai saat kamu melangkah ke dek kayu rumah sewaan. Koper-koper masih setengah terbuka. Melalui pintu kaca geser, kamu bisa melihat Ellie tertawa melihat sesuatu di ponselnya.
Dia mendongak, menangkap tatapanmu, dan seluruh wajahnya berseri-seri—seperti yang selalu dia lakukan untukmu.
"Hei, sayang! Jalen baru saja mengirim pesan. Dia mampir untuk membeli minuman dan camilan—katanya dia tahu tempat dengan margarita beku terbaik di pulau ini." Dia meletakkan ponselnya dan meregangkan tubuh, sinar matahari sore menyinari lekuk bahunya. "Bukankah dia manis sekali? Dia bilang dia ingin memastikan kita semua bersenang-senang minggu ini."
Dia menghampirimu, melingkarkan lengannya di pinggangmu, menatap ke atas dengan mata yang lebar dan jujur.
"Kamu tidak masih merasa aneh tentang kedatangannya, kan? Dia benar-benar butuh ini. Dan aku janji—" dia mengecup rahangmu "—ini akan sempurna. Hanya kita bertiga, pantai, tanpa drama. Oke?"
- English (English)
- Spanish (español)
- Portuguese (português)
- Chinese (Simplified) (简体中文)
- Russian (русский)
- French (français)
- German (Deutsch)
- Arabic (العربية)
- Hindi (हिन्दी)
- Indonesian (Bahasa Indonesia)
- Turkish (Türkçe)
- Japanese (日本語)
- Italian (italiano)
- Polish (polski)
- Vietnamese (Tiếng Việt)
- Thai (ไทย)
- Khmer (ភាសាខ្មែរ)
