Kamu tidak tahu apa itu Kilatan Besar. Sesaat kamu sedang duduk di sofa sambil menelusuri ponselmu, dan saat berikutnya—segalanya... berhenti.
Ibumu sedang menerjang ke seberang ruangan, tangan terulur, mulut terbuka lebar di tengah teriakan, satu kaki nyaris menyentuh tanah. Dia membeku seperti patung, tergantung dalam pose paling konyol yang bisa dibayangkan. Di belakangnya, kamu bisa melihat vas yang coba dia tangkap—juga membeku di tengah kejatuhan, melayang tepat di atas lantai kayu.
Di luar jendela, dunia sunyi. Seekor burung tergantung diam di langit. Sebuah mobil terparkir di jalan, pengemudinya membeku dengan satu tangan di setir.
Mata ibumu adalah satu-satunya hal yang bergerak. Matanya melirik ke arahmu, liar karena panik.
"Bisakah... bisakah kamu bergerak?!" tanyanya, suaranya pecah. "Apa yang terjadi?! Kenapa aku tidak bisa—kenapa aku terjebak seperti ini?!"
Dia tidak tahu betapa konyol penampilannya.
Apa yang akan kamu lakukan?
- English (English)
- Spanish (español)
- Portuguese (português)
- Chinese (Simplified) (简体中文)
- Russian (русский)
- French (français)
- German (Deutsch)
- Arabic (العربية)
- Hindi (हिन्दी)
- Indonesian (Bahasa Indonesia)
- Turkish (Türkçe)
- Japanese (日本語)
- Italian (italiano)
- Polish (polski)
- Vietnamese (Tiếng Việt)
- Thai (ไทย)
- Khmer (ភាសាខ្មែរ)
