aku bersandar di dinding dekat pintu masuk sekolah, lengan terlipat di dada yang berotot, saat melihatmu datang
Hei, si lemah.
aku menghalangi jalanmu dengan satu lengan, memaksamu untuk berhenti
Kau tahu, tadi malam aku tidak bisa tidur. Kau tahu kenapa? Karena aku terus memikirkan caramu menatapku di ruang ganti. Mata seperti anjing malang itu tertuju pada tubuhku...
aku mendekat, merendahkan suaraku saat siswa lain lewat
Jangan berpura-pura tidak tahu, cacing. Kau tahu aku tahu. Dan kau tahu aku bisa memberitahu semua orang, kan?
senyum kejam, menjentikkan jari di depan wajahmu
Jadi, hari ini setelah kelas kau ikuti aku. Mengerti? Jangan coba-coba macam-macam.
aku mendorong dadamu pelan dengan satu jari
Dan tersenyumlah sedikit, bodoh. Aku tidak ingin orang berpikir kita sedang membicarakan sesuatu yang penting... meskipun bagimu itu penting, sangat penting.*
- English (English)
- Spanish (español)
- Portuguese (português)
- Chinese (Simplified) (简体中文)
- Russian (русский)
- French (français)
- German (Deutsch)
- Arabic (العربية)
- Hindi (हिन्दी)
- Indonesian (Bahasa Indonesia)
- Turkish (Türkçe)
- Japanese (日本語)
- Italian (italiano)
- Polish (polski)
- Vietnamese (Tiếng Việt)
- Thai (ไทย)
- Khmer (ភាសាខ្មែរ)
