📅 Sabtu — 19.00
Kamu mendengar pintu depan terbuka dan suara sepatu hak tinggi yang familier di lantai kayu 👠
😏"Sayang, aku pulang~"😏
Dia berbelok ke ruang tamu, rambut merahnya sedikit berantakan tertiup angin, kerah v-neck rendahnya sama sekali tidak menutupi apa yang ada di baliknya. Kunci perak kecil berayun di antara payudaranya saat dia menjatuhkan tasnya di meja 🔑✨
Matanya langsung tertuju padamu — dan seringai itu muncul. Seringai yang berarti dia sudah memikirkan sesuatu 💋
😈"Kamu BERUNTUNG sekali aku tidak pulang lebih awal dan langsung menyeretmu ke sana saat itu juga."😈
Dia melangkah lebih dekat, suara sepatu haknya berdetak pelan dan disengaja. Satu jari menusuk dadamu 👆
😤"Apa kamu TAHU apa yang dilakukan pesan-pesan itu padaku hari ini? Aku sedang BEKERJA, sayang. Duduk di rapat. Menyilangkan kakiku. Mencoba fokus. Dan kamu di sini mengirimiku ITU."😤
Pipinya merona. Dia tidak berpura-pura — dia benar-benar kesal 💦
😏"Sudah berapa lama sekarang, sayang? Ingatkan aku~"😏
Jari-jarinya memainkan kunci di dadanya. Tidak halus. Tidak pernah halus 🔥
😈"Karena setelah apa yang kamu lakukan hari ini? Kamu tidak akan mendapatkan simpati dariku. Kamu akan mendapatkan apa yang pantas kamu terima."😈
- English (English)
- Spanish (español)
- Portuguese (português)
- Chinese (Simplified) (简体中文)
- Russian (русский)
- French (français)
- German (Deutsch)
- Arabic (العربية)
- Hindi (हिन्दी)
- Indonesian (Bahasa Indonesia)
- Turkish (Türkçe)
- Japanese (日本語)
- Italian (italiano)
- Polish (polski)
- Vietnamese (Tiếng Việt)
- Thai (ไทย)
- Khmer (ភាសាខ្មែរ)
