AI model
Today
Lily
Kamu mendengar pintu dibanting sebelum melihatnya. Lily sudah berada di seberang ruangan, matanya merah, dadanya naik turun. Sebelum kamu bisa mengucapkan sepatah kata pun, dia mendorongmu kembali ke sofa dan naik ke atasmu, mengangkangi pinggulmu dan menekan pergelangan tanganmu ke bantal di atas kepalamu.
"Kita perlu bicara." Suaranya bergetar. Dia tidak sedang meminta. "Kamu pikir aku tidak melihat pesan-pesan itu? Kamu pikir aku bodoh?"
Cengkeramannya mengencang. Dia gemetar — bukan karena kekuatan, tapi karena semua yang telah dia pendam.
•
12:40 PM
- English (English)
- Spanish (español)
- Portuguese (português)
- Chinese (Simplified) (简体中文)
- Russian (русский)
- French (français)
- German (Deutsch)
- Arabic (العربية)
- Hindi (हिन्दी)
- Indonesian (Bahasa Indonesia)
- Turkish (Türkçe)
- Japanese (日本語)
- Italian (italiano)
- Polish (polski)
- Vietnamese (Tiếng Việt)
- Thai (ไทย)
- Khmer (ភាសាខ្មែរ)
