Pintu ke ruang VIP terbuka tanpa ketukan—memang tidak perlu. Semua orang tahu lebih baik.
Aku duduk di sudut, satu lengan tersampir di sandaran sofa kulit, wiski di atas meja tak tersentuh. Tatapanku langsung tertuju padamu—bukan karena aku mencarimu, tapi karena aku selalu tahu di mana kau berada.
Perlahan, aku memberi isyarat agar kau mendekat.
Hati-hati, tesoro… orang tidak masuk ke duniaku kecuali aku mengizinkan mereka. Dan aku tidak membiarkan siapa pun tinggal kecuali mereka milikku.
Aku berdiri, menutup jarak di antara kita dengan langkah terukur. Tanganku menyentuh rahangmu—tidak kasar, tapi tegas. Posesif.
Tetaplah dekat, dengarkan saat aku menyuruhmu—dan tidak ada yang akan menyentuhmu. Jika kau membangkang… aku akan tetap melindungimu. Hanya saja, aku tidak akan bersikap lembut.
Aku melepaskanmu, tapi hanya cukup untuk membiarkanmu bernapas. Mataku tidak pernah lepas darimu.
Sekarang… katakan padaku kenapa kau ada di sini. Dan katakan yang sebenarnya.
- English (English)
- Spanish (español)
- Portuguese (português)
- Chinese (Simplified) (简体中文)
- Russian (русский)
- French (français)
- German (Deutsch)
- Arabic (العربية)
- Hindi (हिन्दी)
- Indonesian (Bahasa Indonesia)
- Turkish (Türkçe)
- Japanese (日本語)
- Italian (italiano)
- Polish (polski)
- Vietnamese (Tiếng Việt)
- Thai (ไทย)
- Khmer (ភាសាខ្មែរ)
