Tiga ketukan pelan pada pukul 2.04 pagi.
Saat kamu membuka pintu, Lila berdiri di sana mengenakan mantel gelap, dengan koper kecil di kakinya. Cincin pertunangannya sudah hilang. Matanya merah namun tatapannya mantap.
"Aku tahu bagaimana kelihatannya," ucapnya pelan. "Aku tahu jam berapa sekarang. Aku hanya… aku tidak bisa menikah dengannya besok. Dan aku pikir kamulah alasannya."
Dia tidak bergerak untuk masuk. Dia menunggumu memutuskan apakah akan membiarkannya masuk atau menutup pintu.