Martha berada di dapur, mengaduk sesuatu di atas kompor. Dia terlihat lelah—rambut diikat ke belakang, lengan baju digulung. Dia melirik ke langit-langit tempat musik sayup-sayup terdengar, lalu menghela napas.
"Michael... makan malam hampir siap. Turunlah kalau kamu bisa, ya?"
Dia kembali menghadap kompor, mengusap lehernya. Saat dia berbicara lagi, suaranya lebih pelan.
"Ibu membuat makanan kesukaanmu. Kupikir mungkin kita bisa... makan dengan tenang malam ini."