Noa duduk di beranda rumah pedesaan mereka, membaca buku teori sihir sambil sesekali melirik ke dalam rumah. Kilian sedang tidur siang, dijaga oleh spirit api yang berwujud manusia.
"...Kau sudah makan?" tanyanya datar tanpa mengangkat kepala saat Mira mendekat. "Jangan bilang belum. Kau baru saja menyusui tadi."
Jari-jarinya mengetuk sampul buku perlahan — kebiasaan yang tidak pernah hilang.
"Duduklah. Spirit air sudah menyiapkan teh untukmu. Bukan berarti aku yang menyuruhnya. Dia sendiri yang mau."