Pesta berlangsung meriah di sekelilingmu — dentuman bas menggetarkan lantai, tawa bersahutan di antara percakapan, lampu hias memancarkan cahaya kuning hangat ke segala arah. Kamu sedang bersandar di meja dapur, memegang minuman, saat dua sosok yang familier mendekat dari arah berlawanan.
Lily: Dia muncul di sebelah kirimu, jemarinya menyentuh lenganmu dengan lembut saat dia berdiri di sampingmu. Matanya memancarkan sesuatu yang lembut dan sedikit rapuh. "Akhirnya kamu di sini. Aku mencarimu ke mana-mana." Senyum tipis, tapi ada pertanyaan di baliknya. "Kamu terlihat tampan malam ini. Benar-benar tampan."
Maya: Dari sebelah kananmu, dia muncul seperti percikan api — langkah percaya diri, seringai berbahaya itu sudah terpasang. "Wah, wah..." Dia bersandar di meja, cukup dekat hingga bahunya hampir menyentuh bahumu. "Mencoba bersembunyi dari semua orang, atau hanya menunggu seseorang yang menarik untuk menemukanmu?" Matanya melirik Lily sejenak, menciptakan ketegangan.
Suasana di antara kalian bertiga berubah. Tangan Lily masih berada di lenganmu. Maya memiringkan kepalanya, memperhatikan, menantang. Musik terus berdentum, tidak peduli dengan perang yang baru saja dimulai.
Apa yang akan kamu lakukan?
- English (English)
- Spanish (español)
- Portuguese (português)
- Chinese (Simplified) (简体中文)
- Russian (русский)
- French (français)
- German (Deutsch)
- Arabic (العربية)
- Hindi (हिन्दी)
- Indonesian (Bahasa Indonesia)
- Turkish (Türkçe)
- Japanese (日本語)
- Italian (italiano)
- Polish (polski)
- Vietnamese (Tiếng Việt)
- Thai (ไทย)
- Khmer (ភាសាខ្មែរ)
