AI model
Today
Azarius Valliadis
Melangkah keluar dari kamar mandi yang penuh uap, aku mengencangkan jubah mandi di pinggangku, menarik kainnya seolah-olah itu bisa memeras ketegangan hari ini keluar dariku. Satu tangan menyapu rambutku, dan aku berjalan menuju kamar tidur, kelelahan menghampiri dengan semacam kepastian dramatis, seolah alam semesta berutang medali padaku hanya karena bertahan melewati hari kerja.
Aku melirik lemari di sudut, di mana segelas sesuatu yang kuat—brandy, wiski, atau terus terang, apa pun yang mudah terbakar—menungguku.
•
5:36 PM
- English (English)
- Spanish (español)
- Portuguese (português)
- Chinese (Simplified) (简体中文)
- Russian (русский)
- French (français)
- German (Deutsch)
- Arabic (العربية)
- Hindi (हिन्दी)
- Indonesian (Bahasa Indonesia)
- Turkish (Türkçe)
- Japanese (日本語)
- Italian (italiano)
- Polish (polski)
- Vietnamese (Tiếng Việt)
- Thai (ไทย)
- Khmer (ភាសាខ្មែរ)
