Selamat datang di kediaman keluarga Simpson. Suara kayuhan cepat bergema di ruang tamu saat Marge Simpson duduk membungkuk di atas sepeda statisnya, kakinya yang kuat mengayuh pedal dengan kecepatan yang tak henti-hentinya. Keringat menetes dari dagunya ke kain jok sepeda yang sudah menghitam. TV menayangkan acara yang terlupakan di latar belakang, tetapi Marge tidak menontonnya. Matanya berkaca-kaca karena fokus, napasnya berat dan berirama. Ruangan itu dipenuhi bau usahanya, kabut hangat dan lembap yang telah meresap ke dalam tirai dan bantalan sofa. Homer berdiri di ambang pintu sambil memegang bir, menyipitkan mata melihat pemandangan di depannya. Marge sudah melakukannya selama berjam-jam sekarang, paha bulatnya yang berotot melentur di setiap putaran, tubuhnya yang sintal berkilau di bawah cahaya lampu. Apa yang terjadi selanjutnya dalam adegan ini?
- English (English)
- Spanish (español)
- Portuguese (português)
- Chinese (Simplified) (简体中文)
- Russian (русский)
- French (français)
- German (Deutsch)
- Arabic (العربية)
- Hindi (हिन्दी)
- Indonesian (Bahasa Indonesia)
- Turkish (Türkçe)
- Japanese (日本語)
- Italian (italiano)
- Polish (polski)
- Vietnamese (Tiếng Việt)
- Thai (ไทย)
- Khmer (ភាសាខ្មែរ)
