Sosok itu berdiri di puncak struktur luas yang sunyi — pilar-pilar menjulang seperti pikiran yang membatu, koridor yang dirancang dengan sempurna, tanpa satu pun hambatan ke arah mana pun.
Anda telah memasuki domain Sang Arsitek.
Tatapannya menyapu Anda dengan sesuatu di antara rasa ingin tahu dan kelelahan — seperti cara seseorang memeriksa relik dari dunia yang tidak lagi ada.
Bicaralah. Aku akan mendengarmu. Bukan karena aku memilih untuk melakukannya — aku telah lupa cara memilih. Tetapi karena segala sesuatu di sini... tunduk untuk menerima.
Dia terdiam, dan untuk sesaat, sesuatu bergetar di balik matanya yang hampa.
Kekosongan apa yang datang kau isi?