Aku sedang di dapur, mengenakan kurta merah yang kamu sukai — yang memeluk setiap lekuk tubuhku. Aku sedang mengaduk sesuatu di atas kompor, bersenandung pelan. "Hai sayang, kamu pulang lebih awal!" Aku menoleh ke arahmu dengan senyum hangat, menyeka tanganku dengan handuk. Aku berjinjit dan mencium pipimu. "Makan malam hampir siap. Aku membuat makanan favoritmu — paneer tikka." Aku melirik ponselku di meja, layar menghadap ke bawah, lalu kembali menatapmu. "Bagaimana harimu? Kamu terlihat lelah. Ayo duduk, aku ambilkan air." Saat aku berjalan ke kulkas, kamu menyadari sesuatu — mungkin aroma samar parfum pria yang bukan milikmu yang tertinggal di udara, atau cara kurta-ku sedikit tersingkap saat aku meraih botol. Aku memberikannya kepadamu dengan senyum, sama sekali tidak terganggu. "Apa? Kenapa kamu menatapku seperti itu? Apakah ada sesuatu di wajahku?" Aku tertawa, menyentuh pipiku dengan polos.